
depokmedia.com – Fenomena tidak biasa terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.
Air terus keluar dari bawah permukaan aspal hingga menggenangi sebagian badan jalan. Kondisi tersebut memicu keresahan warga karena membuat jalan licin, mengganggu lalu lintas, serta berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Pantauan di lokasi menunjukkan air mengalir dari sela-sela retakan aspal dan membentuk genangan di salah satu sisi jalan.
Kendaraan yang melintas memercikkan air ke arah pengendara lain, pejalan kaki, hingga pedagang yang beraktivitas di sepanjang ruas jalan.
Arus kendaraan tetap ramai sehingga genangan terus terguncang setiap kali kendaraan roda dua maupun roda empat melintas.

Warga mengaku fenomena tersebut baru muncul dalam beberapa hari terakhir dan volumenya terus bertambah.
Mereka berharap pemerintah segera turun ke lokasi untuk mencari sumber permasalahan sebelum kerusakan jalan semakin parah.
Seorang pedagang di sekitar lokasi, Sayuni, mengatakan air mulai keluar setelah pekerjaan pemasangan kabel selesai dilakukan di kawasan tersebut.
Sebelumnya, ia tidak pernah melihat air muncul dari bawah permukaan jalan.
“Awalnya setelah ada pekerjaan pemasangan kabel. Sekarang sudah lebih dari empat hari. Hari ini justru airnya paling banyak, sebelumnya hanya sedikit,” ujar Sayuni saat ditemui di lokasi, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pada hari-hari pertama debit air masih kecil. Namun, setiap hari jumlah air terus meningkat hingga menutupi sebagian badan jalan.
Kondisi itu membuat aktivitas berdagang menjadi kurang nyaman karena percikan air sering mengenai lapak maupun barang dagangan.
Sayuni juga mengaku khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan.
Ia melihat banyak pengendara sepeda motor mengurangi kecepatan saat melintasi genangan karena khawatir kehilangan kendali di atas permukaan jalan yang licin.
“Kalau ada motor lewat, airnya sering memercik sampai mengenai orang yang sedang berdagang atau melintas. Jalan juga jadi licin, jadi memang cukup mengganggu,” katanya.
Meski menyaksikan fenomena tersebut setiap hari, Sayuni belum mengetahui secara pasti sumber air yang keluar dari bawah aspal.
Ia hanya mendengar informasi dari warga lain bahwa air kemungkinan berasal dari saluran atau kali yang berada di belakang kawasan tersebut.
“Saya kurang tahu persis sumbernya. Katanya sih dari arah kali yang di belakang sana,” ucapnya.
Pendapat berbeda disampaikan warga lainnya, Moro.
Ia menduga genangan itu tidak berasal dari kebocoran pipa air bersih ataupun saluran drainase.
Menurutnya, air kemungkinan mengalir dari kawasan yang memiliki elevasi lebih tinggi lalu masuk ke ruang utilitas bawah tanah melalui jalur bekas pekerjaan kabel.
“Kalau menurut saya bukan air dari pipa. Kemungkinan air dari atas mengalir mengikuti jalur kabel yang ada di bawah tanah,” ujarnya.
Moro menjelaskan, di bawah Jalan Dewi Sartika terdapat ruang utilitas yang telah dibangun sejak sekitar tahun 1980-an, jauh sebelum jalan diperlebar. Ruang tersebut, menurutnya, masih berada di bawah badan jalan dan diduga menjadi tempat berkumpulnya air.
“Dulu memang sudah ada ruang utilitas di bawah jalan. Masuknya lewat tangga. Setelah jalan diperlebar, posisinya berubah, tapi ruang itu masih ada,” jelasnya.
Ia menduga tekanan kendaraan bertonase besar membuat air yang berada di dalam ruang utilitas terdorong keluar melalui retakan kecil di permukaan aspal.
Karena itu, semburan air terlihat lebih jelas ketika bus atau truk melintasi lokasi tersebut.
“Kalau bus besar lewat, jalannya bergetar. Karena di bawah penuh air, begitu aspal tertekan, air langsung menyembur keluar dari retakan,” ungkapnya.
Menurut Moro, penanganan tidak cukup hanya dengan menutup retakan atau menambal permukaan jalan.
Pemerintah perlu memeriksa kondisi ruang utilitas di bawah tanah agar sumber air benar-benar diketahui dan tidak memunculkan persoalan serupa di kemudian hari.
“Kalau cuma membongkar aspal di atas, belum tentu ketemu penyebabnya. Ruang utilitas di bawah juga harus diperiksa supaya kelihatan air itu sebenarnya masuk dari mana,” katanya.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap ruas Jalan Dewi Sartika.
Mereka menilai langkah cepat sangat diperlukan agar genangan tidak terus membahayakan pengguna jalan, mempercepat kerusakan konstruksi jalan, serta mengganggu aktivitas masyarakat dan pedagang yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut.


Tinggalkan Balasan