
depokmedia.com – Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir mulai menimbulkan dampak bagi sejumlah wilayah di Kota Depok. Sejumlah warga mengalami krisis air bersih setelah debit air tanah terus menurun, bahkan beberapa sumur warga dilaporkan mengering sehingga aktivitas sehari-hari ikut terganggu.
Salah satu warga yang merasakan dampak tersebut adalah Ali Budi Winarto, warga Kelurahan Sawangan Baru. Ia mengaku sudah sekitar satu pekan kesulitan memperoleh air bersih akibat sumur di rumahnya mengalami kekeringan.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Budi terpaksa mencari alternatif lain. Ia memilih mandi di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sedangkan kebutuhan memasak dan mencuci dipenuhi dengan membeli air isi ulang.
“Sudah seminggu, saya kalau mandi numpang di SPBU, kalau buat makan atau nyuci beli air isi ulang yang Rp5 ribu per galon,” ujar Budi.
Agar tidak terus mengeluarkan biaya membeli air, Budi memutuskan memperdalam sumur di rumahnya. Ia mengeluarkan biaya sekitar Rp600 ribu untuk menggali sumur agar dapat menjangkau sumber air tanah yang lebih dalam.

“Sumur akhirnya saya perdalam, kalau beli air isi ulang bisa jebol juga pengeluaran rumah tangga,” tuturnya.
Kondisi serupa juga mulai dilaporkan terjadi di wilayah lain di Kota Depok. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok menerima laporan mengenai krisis air bersih yang dialami warga akibat musim kemarau.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo, mengatakan salah satu laporan berasal dari lingkungan RW 15 Kelurahan Kemirimuka. Warga di kawasan tersebut mulai mengalami kekeringan karena sumur yang menjadi sumber utama air bersih mengalami penurunan debit.
“Musim kemarau kali ini memberikan dampak kekeringan, banyak sumur air bersih warga alami kekeringan,” ujar Denny saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (21/7/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kota Depok bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok mulai mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sambil menunggu kondisi cuaca kembali normal. Bantuan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat yang kesulitan memperoleh pasokan air bersih.
Menurut Denny, hingga saat ini curah hujan belum kembali turun sehingga sumber air tanah terus mengalami penurunan debit. Kondisi tersebut menyebabkan banyak sumur warga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Sampai saat ini belum ada hujan, jadi sangat berdampak terhadap debit air bersih sumur warga,” katanya.
Pemerintah Kota Depok mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat selama musim kemarau berlangsung. Warga juga diminta memanfaatkan sumber air secara bijak agar pasokan yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah yang telah terjangkau jaringan Perumda Air Minum Tirta Asasta atau PDAM disarankan mempertimbangkan untuk menjadi pelanggan air perpipaan sebagai salah satu solusi menghadapi musim kemarau.
“Selain hemat menggunakan air bersih, warga bisa juga berlangganan air bersih PDAM,” ujar Denny.
Sementara itu, upaya penyediaan sumber air bersih juga sebelumnya dilakukan Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Depok melalui pembangunan sumur bor di wilayah Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bahkan meninjau langsung sumur bor yang dibangun sebagai bagian dari rangkaian bakti sosial Hari Bhayangkara ke-80.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras mengatakan pembangunan sumur bor tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang selama ini kerap mengalami kesulitan air bersih ketika musim kemarau tiba.
“Kita secara keseluruhan, Polri terkhusus Polres Metro Depok ini bisa membawa manfaat untuk warga Kota Depok, salah satunya menyediakan sumur bor,” ujar Abdul Waras.
Menurut Abdul, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sekitar 831 warga yang tinggal di sekitar lokasi. Pembangunan sumur bor dilakukan setelah kepolisian menerima aspirasi masyarakat mengenai persoalan kekeringan yang rutin terjadi setiap musim kemarau.
“Evaluasi tahun kemarin dari Pak RW, menyampaikan sering terjadi kekeringan pada saat kemarau. Nah ini kita respons, laporkan ke Bapak Kapolda, beliau menindaklanjuti,” kata Abdul.
Selain di Kota Depok, program pembangunan sumur bor oleh Polda Metro Jaya juga telah dilakukan di sejumlah wilayah lain seperti Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.


Tinggalkan Balasan