depokmedia.com – Keluhan warga terhadap kondisi Jalan Bungsan di Kecamatan Sawangan, Kota Depok, kembali mencuat.

Hingga akhir Juni 2026, ruas jalan yang menjadi salah satu jalur penghubung utama kawasan Bedahan dan Pasir Putih tersebut masih mengalami kerusakan tanpa terlihat adanya pekerjaan perbaikan di lapangan.

Padahal, jalan itu memiliki peran penting sebagai akses mobilitas masyarakat yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sebelumnya, Jalan Bungsan sempat mengalami penutupan sementara akibat proyek pembangunan jembatan di Kali Angsana.

Meski demikian, setelah kembali difungsikan, kondisi badan jalan yang dipenuhi lubang, permukaan aspal yang rusak, serta minimnya penerangan jalan umum masih menjadi persoalan yang dikeluhkan warga.

Saat musim hujan, genangan air yang menutupi lubang semakin memperbesar risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.

Salah seorang warga, Ibu Slamet, mengatakan titik kerusakan paling parah berada di kawasan pertigaan menuju Pasir Putih. Menurutnya, setiap hujan turun, air langsung menggenangi badan jalan karena tidak tersedia saluran drainase yang mampu mengalirkan air secara optimal.

Akibatnya, air mengendap cukup lama dan membuat kondisi jalan semakin berbahaya.

“Kalo hujan, air genang di pertigaan sana karena enggak bisa mengalir. Jadinya banjir,” ujar Ibu Slamet saat ditemui, Selasa (30/6/2026).

Genangan tersebut menutupi lubang-lubang yang ada di badan jalan sehingga pengendara, khususnya sepeda motor, kesulitan memperkirakan kondisi permukaan jalan.

Tidak sedikit pengendara yang terpaksa mengurangi kecepatan secara mendadak atau menghindari genangan dengan berpindah jalur, yang justru berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Jalan Bungsan selama ini menjadi salah satu akses alternatif yang menghubungkan sejumlah kawasan permukiman di Kecamatan Sawangan.

Setiap hari, ruas jalan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berangkat bekerja, mengantar anak ke sekolah, hingga mendukung aktivitas ekonomi warga.

Kerusakan yang terus berlangsung dinilai menghambat mobilitas sekaligus meningkatkan biaya perawatan kendaraan akibat kondisi jalan yang tidak layak.

Warga juga mengkhawatirkan kerusakan jalan akan semakin meluas apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Intensitas hujan yang masih cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan lapisan aspal semakin terkikis dan memperbesar lubang di sejumlah titik.

Selain kerusakan jalan, masyarakat turut menyoroti minimnya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU).

Pada malam hari, ruas Jalan Bungsan terlihat gelap karena hanya mengandalkan cahaya dari rumah-rumah warga di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut membuat pengendara semakin sulit melihat lubang maupun genangan air yang berada di badan jalan.

Menurut Ibu Slamet, kawasan pertigaan yang menjadi titik kerusakan paling parah juga kerap menjadi lokasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Ia menilai keberadaan lampu penerangan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.

“Kalau di pertigaan itu sering kecelakaan,” katanya.

Warga berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga membangun sistem drainase yang memadai agar genangan air tidak terus berulang setiap musim hujan.

Selain itu, pemasangan PJU dinilai menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Harapan tersebut semakin besar setelah Jalan Bungsan sebelumnya sempat ditinjau langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri.

Namun hingga akhir Juni 2026, masyarakat mengaku belum melihat adanya realisasi pembangunan maupun perbaikan di lokasi yang telah ditinjau tersebut.

“Harapan saya ya diperbaiki. Biar enggak ada lagi air yang menggenang dan ada penerangan jalan,” ujar Ibu Slamet.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas PUPR Kota Depok belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi terkait realisasi perbaikan Jalan Bungsan.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kerusakan jalan, genangan air, serta minimnya penerangan tidak terus membahayakan masyarakat.

Mereka menilai perbaikan badan jalan, pembangunan drainase, dan pemasangan lampu penerangan merupakan kebutuhan mendesak agar Jalan Bungsan kembali menjadi jalur penghubung yang aman, nyaman, dan layak digunakan seluruh pengguna jalan.