
depokmedia.com – Polda Metro Jaya terus memperkuat pendekatan humanis kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan berbasis keagamaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi yang digelar Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Metro Jaya di Masjid Jami An Nashuuhaa, Jalan Warakas 4 Gang 4 RT 011/007, Kecamatan Warakas, Jakarta Utara, Senin (13/7/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari strategi Polri dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat melalui kegiatan religius. Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan itu juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan secara bersama-sama.
Kegiatan dihadiri Tim Satu Jam Mengaji Bersama Polisi yang mewakili Polda Metro Jaya. Kehadiran personel kepolisian disambut hangat oleh pengurus masjid, para jamaah, serta warga sekitar yang mengikuti rangkaian kegiatan mengaji bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Metro Jaya AKBP H. Jajang Hasan Basri mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) yang berpusat dari kemakmuran masjid.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan moral, pendidikan, dan kepedulian sosial yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid. Dengan masjid yang hidup, maka lingkungan juga akan lebih aman dan kondusif,” ujar AKBP H. Jajang Hasan Basri.
Ia menjelaskan konsep memakmurkan masjid memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan aktivitas ibadah. Kehidupan masjid juga harus mampu menghadirkan manfaat bagi jamaah dan masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, serta kepedulian terhadap sesama.
Dengan meningkatnya solidaritas sosial di lingkungan masjid, masyarakat diharapkan dapat saling membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang membutuhkan. Kondisi tersebut diyakini mampu mengurangi potensi munculnya gangguan keamanan maupun konflik sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, AKBP Jajang turut mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap aman, nyaman, dan kondusif. Menurutnya, keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Ia mengimbau warga agar membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan mengenali tetangga, meningkatkan komunikasi antarwarga, serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.
Berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti tawuran, penyalahgunaan minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga tindak kriminal lainnya dinilai dapat dicegah apabila masyarakat memiliki kepedulian dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan.
Selain mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, Ditbinmas Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyimpangan yang berpotensi memanfaatkan tempat ibadah untuk kepentingan tertentu.
AKBP Jajang menegaskan masjid harus tetap menjadi ruang yang aman, damai, dan mampu memperkuat nilai persaudaraan di tengah masyarakat. Tempat ibadah, menurutnya, tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bertentangan dengan semangat kebersamaan maupun persatuan bangsa.
“Kita harus peduli dengan lingkungan dan menjaga masjid agar tetap menjadi tempat ibadah yang aman, serta tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bertentangan dengan nilai kebersamaan dan persatuan,” tegasnya.
Program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi menjadi salah satu inovasi pembinaan masyarakat yang terus dikembangkan Polda Metro Jaya. Melalui pendekatan keagamaan, kepolisian berharap kehadiran anggota Polri semakin dekat dengan masyarakat sehingga terbangun komunikasi yang terbuka, kepercayaan publik meningkat, dan kolaborasi dalam menjaga keamanan lingkungan dapat berjalan lebih efektif.
Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga memperlihatkan komitmen Polda Metro Jaya dalam mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Dengan melibatkan masyarakat dalam suasana religius, diharapkan tercipta lingkungan yang harmonis, saling peduli, dan mampu menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan