depokmedia.com – Rumah warga yang terdampak longsor di Kota Depok hingga kini belum mendapatkan bantuan perbaikan meski musibah tersebut telah terjadi sekitar tujuh bulan lalu.

Kondisi itu memunculkan keluhan dari pemilik rumah yang berharap pemerintah Kota Depok segera merealisasikan penanganan karena bangunan yang mengalami kerusakan masih dibiarkan tanpa perbaikan fisik setelah proses pendataan selesai dilakukan.

Rumah yang berada di RT 01 RW 03, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos tersebut menjadi salah satu bangunan yang terdampak longsor di bantaran Kali Baru.

Hingga awal Juli 2026, bagian belakang rumah masih mengalami kerusakan cukup serius dan belum tersentuh proses rehabilitasi.

Pemilik rumah, Mak Senih (60), mengaku sudah cukup lama menunggu realisasi bantuan.

Menurutnya, setelah kejadian longsor, petugas dari instansi terkait memang datang ke lokasi untuk melakukan pendataan dan dokumentasi. Namun, setelah itu belum ada tindak lanjut berupa perbaikan.

“Belum ada (perbaikan), cuma dilihat-lihat, foto-foto aja,” kata Mak Senih saat ditemui, Rabu (8/7/2026).

Ia mengatakan kondisi rumah yang rusak membuat keluarganya terus dihantui rasa khawatir, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Hingga kini, bagian bangunan yang rusak masih dibiarkan apa adanya karena keterbatasan biaya untuk melakukan perbaikan secara mandiri.

Mak Senih berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan yang sebelumnya telah dijanjikan melalui proses pendataan.

Baginya, rumah yang kembali aman menjadi kebutuhan paling mendesak agar keluarganya dapat beraktivitas tanpa rasa cemas.

Akibat longsor tersebut, Mak Senih mengaku mengalami kerugian yang cukup besar.

Meski tidak menyebutkan nilai kerugian secara rinci, ia mengatakan kerusakan yang dialami cukup berat dan memengaruhi kondisi tempat tinggal keluarganya.

“Ya, kerugiannya gede juga lah,” ujarnya.

Harapan terbesar yang disampaikan Mak Senih hanya satu, yakni rumahnya segera diperbaiki agar tidak terus mengalami kerusakan yang lebih parah.

“Pengennya dibagusin. Itu aja usul Emak,” ungkapnya.

Ia juga berharap proses penanganan tidak terus berlarut-larut karena semakin lama perbaikan tertunda, semakin besar pula kekhawatiran yang dirasakan keluarganya.

“Secepatnya ya, emak pengen dibenerin,” tuturnya.

Kondisi rumah yang berada tepat di tepi Kali Baru membuat risiko longsor susulan tetap menjadi perhatian warga sekitar, terutama saat musim hujan.

Warga berharap penanganan tidak hanya berfokus pada bangunan yang rusak, tetapi juga mencakup penguatan tebing agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Erly Santoso, membenarkan bahwa lokasi longsor tersebut telah masuk dalam usulan penanganan pemerintah.

Menurut Erly, kejadian longsor itu sudah berlangsung cukup lama dan usulan penanganannya telah disampaikan melalui mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Itu sudah lama (kejadiannya). Sudah diajukan ke BTT,” ucap Erly saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan kapan proses perbaikan dapat direalisasikan.

Erly menjelaskan bahwa kewenangan untuk menentukan realisasi anggaran berada pada tahapan berikutnya di lingkungan Pemerintah Kota Depok.

“Bisa dikonfirmasi ke TAPD, Bappeda ya. Kami sifatnya hanya mengusulkan,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Dinas PUPR telah mengajukan kebutuhan penanganan, sementara keputusan mengenai pencairan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan berada pada proses lanjutan yang melibatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian mengenai jadwal pelaksanaan rehabilitasi rumah maupun penanganan permanen di lokasi longsor.

Warga berharap proses penganggaran dapat segera diselesaikan sehingga rumah yang terdampak tidak terus dibiarkan dalam kondisi rusak selama berbulan-bulan.

Selain memperbaiki bangunan warga, masyarakat juga berharap pemerintah memperkuat area bantaran Kali Baru guna mengurangi potensi longsor yang dapat mengancam permukiman di sekitarnya.