depokmedia.com – Ruas Jalan Pendidikan di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, kembali menjadi sorotan warga. Jalan yang berada di sekitar SDN Grogol 01 itu disebut mengalami kerusakan selama hampir tiga tahun tanpa penanganan menyeluruh.

Warga menilai kerusakan tidak hanya dipicu kondisi badan jalan yang berlubang, tetapi juga sistem drainase yang belum mampu mengalirkan air secara optimal sehingga genangan terus terjadi saat hujan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Depok tidak hanya melakukan pengaspalan ulang, tetapi juga membenahi saluran drainase agar kerusakan jalan tidak kembali terulang.

Menurut warga, perbaikan yang hanya menyentuh permukaan jalan tidak akan menjadi solusi jangka panjang selama persoalan drainase belum diselesaikan.

Ketua RT 02/RW 09 Kelurahan Grogol, Saman, mengatakan kerusakan Jalan Pendidikan telah berlangsung cukup lama.

Selama itu pula, warga terus menghadapi jalan berlubang yang semakin memburuk ketika musim hujan tiba.

“Kalau jalanan rusak ini udah lama, ada kali tiga tahunan. Ya, itu selain jalanan, saluran drainase ini juga bermasalah, jadi butuh perbaikan memang. Meski udah dipakein U-ditch, tapi aliran air belum maksimal,” ujar Saman saat ditemui, Sabtu (4/7/2026).

Ia menjelaskan kapasitas saluran drainase yang belum memadai membuat air sering meluap ke badan jalan.

Genangan yang terus terjadi menyebabkan lapisan aspal cepat rusak sehingga kondisi jalan semakin membahayakan pengguna.

Menurutnya, Jalan Pendidikan memiliki fungsi penting karena menjadi akses utama masyarakat sekaligus jalur yang setiap hari dilalui para pelajar menuju sekolah.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan agar aktivitas warga dan anak-anak sekolah tidak lagi terganggu.

“Terlebih ini kan juga jalur perlintasan anak sekolahan, seharusnya bisa segera dibenahi. Karena kan biar anak sekolah juga nyaman. Emang harusnya perbaikan dijalanin waktu-waktu libur sekolah kayak gini, tapi sampai sekarang belum terlaksana,” katanya.

Saman menilai masa libur sekolah merupakan waktu yang paling tepat untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi.

Selain mengurangi gangguan terhadap kegiatan belajar mengajar, pelaksanaan proyek pada periode tersebut juga dinilai lebih aman bagi para pelajar.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Depri. Ia menilai persoalan utama berada pada kapasitas drainase yang terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung debit air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Jadi, saluran air di sini kecil banget, jadi enggak kuat nampung kalau air lagi banyak. Soalnya enggak sesuai kapasitas air yang datang sama air yang keluar,” ungkapnya.

Menurut Depri, pembangunan jalan tidak akan memberikan hasil maksimal apabila pemerintah tidak lebih dulu memperbaiki sistem drainase.

Ia khawatir kerusakan jalan akan kembali terjadi dalam waktu singkat apabila aliran air tetap tersumbat atau meluap ke badan jalan.

“Jadi, kalau menurut saya, kalau jalan ini mau dibenerin, ya silakan kalau mau ditinggikan. Cuma harus dibenahi salurannya dulu. Karena kalau saluran airnya enggak bener, ya kasihan warga sini bakal kebanjiran terus,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah melaksanakan pembangunan secara menyeluruh agar persoalan kerusakan jalan dan genangan air dapat diselesaikan sekaligus.

Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dibanding hanya melakukan pengaspalan ulang.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Seksi Bina Marga Dinas PUPR Kota Depok, Azizi Nazori, memastikan perbaikan Jalan Pendidikan telah masuk dalam tahap perencanaan. Ia mengatakan proses pengadaan kontraktor akan dilakukan bersamaan dengan proyek perbaikan Jalan Bungsan.

“Untuk perbaikan Jalan Pendidikan sudah dalam tahap perencanaan ya. Insya Allah pengadaan kontraktornya bareng sama Jalan Bungsan,” ujar Azizi melalui pesan singkat.

Ia juga memastikan pemerintah tidak hanya memperbaiki badan jalan, tetapi sekaligus membangun ulang saluran drainase di kawasan tersebut.

“Untuk saluran drainase sendiri, di area tersebut nanti salurannya kita bakal ganti baru semua,” tutup Azizi.