
depokmedia.com – Persoalan sampah di aliran sungai Kota Depok kembali menjadi sorotan setelah video tumpukan sampah di Kali Baru, Jalan Raya Citayam, viral di media sosial.
Rekaman tersebut memperlihatkan aliran sungai dipenuhi sampah yang mengapung dan terbawa arus, sehingga memicu keluhan masyarakat sekaligus mempertanyakan langkah penanganan yang dilakukan pemerintah.
Fenomena tersebut kembali mengingatkan bahwa persoalan sampah kiriman dari wilayah hulu masih menjadi tantangan besar bagi Kota Depok.
Meski Pemerintah Kota Depok telah menyiapkan rencana pembangunan jaring penahan sampah di sejumlah titik strategis, program tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Berdasarkan pantauan warga, sampah yang memenuhi Kali Baru didominasi limbah rumah tangga yang terbawa arus. Saat debit air meningkat, tumpukan sampah bergerak menuju kawasan hilir dan mengganggu kondisi sungai di wilayah Depok.

Kondisi serupa juga kerap muncul di sejumlah sungai lain yang melintasi Kota Depok, seperti Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, hingga Kali Cabang Tengah.
Saat hujan deras mengguyur kawasan hulu, volume sampah yang terbawa arus meningkat dan memenuhi beberapa titik sungai.
Pemerintah Kota Depok sebenarnya telah menyiapkan langkah jangka panjang dengan membangun jaring penahan sampah di kawasan perbatasan Depok dan Kabupaten Bogor.
Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu jalur utama masuknya sampah kiriman sebelum menyebar ke berbagai aliran sungai di Kota Depok.
Pemasangan jaring tersebut diharapkan mampu menahan sampah agar lebih mudah diangkat sebelum menyumbat aliran air.
“Salah satu langkahnya adalah membuat jaring sampah, serta juga mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai,” ujar Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok, Erly Santoso, Sabtu (27/06/2026).
Namun setelah dikonfirmasi ulang, Erly berdalih bahwa pembangunan jaring penahan sampah belum bisa segera dimulai karena masih membutuhkan proses persiapan.
“Butuh proses untuk pembuatan jaring sampah di perbatasan Kabupaten Bogor dan Depok, terlebih karena sampah kiriman dari Bogor,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (7/7/2026).
Erly menjelaskan, kendala terbesar saat ini bukan hanya persoalan teknis pembangunan, tetapi juga keterbatasan sumber daya manusia di lapangan.
Petugas yang tersedia setiap hari harus membagi waktu antara membersihkan sungai dan menyiapkan konstruksi jaring penahan sampah.
Menurutnya, apabila seluruh tenaga difokuskan membuat jaring, kegiatan pembersihan sungai akan terganggu.
Padahal, volume sampah yang terus berdatangan membuat petugas harus bekerja setiap hari agar aliran sungai tidak kembali dipenuhi sampah.
“Kalau tenaganya difokuskan untuk pembuatan besi jaring, sementara di sisi lain tenaga itu juga dipakai membersihkan sampah di kali, otomatis prosesnya jadi tertunda,” katanya.
Ia menambahkan, petugas hampir tidak memiliki jeda dalam melakukan pembersihan karena sampah terus berdatangan setiap hari.
“Kalau sehari saja tidak dibersihkan, sampah langsung menumpuk dan biasanya kembali ramai dibicarakan masyarakat,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, masyarakat tetap berharap pembangunan jaring penahan sampah dapat segera direalisasikan.
Salah seorang warga yang sering beraktivitas di sekitar Kali Baru, Riza, menilai keberadaan jaring akan membantu mengurangi penyebaran sampah ke wilayah hilir.
Menurutnya, sampah akan lebih mudah dikumpulkan di satu titik sehingga proses pengangkatan oleh petugas menjadi lebih cepat dan efisien.
“Kalau ada jaring, menurut saya bagus. Sampah enggak harus sampai ke sini. Petugas juga lebih gampang ngambilnya kalau sudah terkumpul di satu tempat,” ujarnya.
Riza menilai pembangunan infrastruktur tersebut menjadi langkah penting untuk mengurangi pencemaran sungai yang selama ini terus berulang.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa solusi teknis tidak akan menyelesaikan persoalan apabila masyarakat masih membuang sampah ke sungai. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat harus berjalan seiring dengan pembangunan fasilitas pendukung.
“Balik lagi, masyarakat juga harus sadar untuk tidak buang sampah ke kali. Itu yang paling penting,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Kota Depok dapat mempercepat pembangunan jaring penahan sampah sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai.
Mereka juga mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan agar persoalan sampah kiriman tidak semakin memperburuk kondisi sungai di wilayah Kota Depok.


Tinggalkan Balasan