
depokmedia.com – Keberadaan Situ Asih Pulo di Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, kembali menjadi perhatian masyarakat.
Di tengah popularitasnya sebagai salah satu ruang terbuka hijau favorit warga Kota Depok, kawasan tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan yang dinilai mengurangi kenyamanan pengunjung.
Sampah yang terlihat di badan air serta kondisi pagar pengaman di sekitar bibir situ menjadi keluhan utama yang diharapkan segera ditangani pemerintah.
Selama ini Situ Asih Pulo menjadi salah satu destinasi pilihan warga untuk berolahraga, jogging, bersantai, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.
Lintasan pejalan kaki yang mengelilingi kawasan situ dinilai cukup nyaman digunakan, sementara suasana hijau di tengah kawasan perkotaan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati udara segar tanpa harus bepergian jauh dari pusat kota.

Namun, meningkatnya jumlah pengunjung juga memunculkan harapan agar kualitas fasilitas penunjang terus ditingkatkan.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat berharap aspek keselamatan menjadi perhatian serius, terutama pada area yang berbatasan langsung dengan badan air.
Salah seorang pengunjung, Lulu, mengaku cukup sering datang ke Situ Asih Pulo bersama keluarganya untuk berolahraga.
Menurutnya, fasilitas lintasan jogging yang tersedia sudah memadai dan nyaman digunakan setiap hari.
Meski demikian, masih terdapat beberapa persoalan yang perlu segera dibenahi agar kawasan tersebut semakin aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Ia menilai keberadaan sampah yang masih terlihat di beberapa titik badan air mengurangi keindahan kawasan.
Selain itu, pagar pembatas di sekitar bibir situ dinilai belum memberikan perlindungan maksimal, terutama bagi anak-anak yang datang bersama orang tua.
“Minusnya itu sampah sama pagar keamanannya. Kalau menurut saya, pagarnya kurang tertutup. Untuk anak-anak kecil jadi kurang aman,” ujar Lulu saat ditemui, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, Situ Asih Pulo memiliki potensi besar menjadi salah satu ruang terbuka hijau terbaik di Kota Depok apabila kebersihan dan sistem keamanannya terus ditingkatkan.
Ia menilai lintasan jogging yang sudah tersedia menjadi modal penting untuk menarik lebih banyak masyarakat berolahraga di kawasan tersebut.
“Kalau dua hal itu diperbaiki, saya yakin tempat ini bisa menjadi salah satu tempat favorit masyarakat. Karena lintasannya sudah bagus untuk jogging, tinggal kenyamanan dan keamanannya saja yang perlu ditingkatkan,” tuturnya.
Lulu juga mengatakan bahwa dari sisi fasilitas olahraga, kawasan Situ Asih Pulo sebenarnya sudah memenuhi kebutuhan masyarakat.
Suasana yang teduh dan jalur pejalan kaki yang mengelilingi situ membuat aktivitas olahraga terasa nyaman.
“Kalau dari segi kenyamanan untuk olahraga sebenarnya sudah oke. Enak untuk jogging dan lintasannya juga pas,” katanya.
Sebagai salah satu ruang terbuka hijau, Situ Asih Pulo tidak hanya berfungsi sebagai kawasan resapan air, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan lokasi rekreasi masyarakat.
Karena itu, kebersihan lingkungan serta keamanan kawasan dinilai menjadi faktor penting agar fungsi ekologis dan sosial situ tetap terjaga.
Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, memastikan pemerintah akan segera melakukan penanganan terhadap persoalan sampah di kawasan Situ Asih Pulo.
Menurutnya, DLHK akan melakukan pembersihan badan air sekaligus memasang jaring penangkap sampah pada saluran masuk menuju situ untuk mencegah sampah kembali terbawa arus.
“Untuk masalah tersebut, nanti akan dilakukan pembersihan situ. Serta juga untuk antisipasi sampah yang masuk akan dibuat jaring penangkap sampah di inlet situ,” ujar Reni saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (1/7/2026).
Selain pembersihan, DLHK juga akan memperkuat upaya pencegahan melalui koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan pihak terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pembuangan sampah ke badan air yang bermuara ke Situ Asih Pulo sehingga persoalan serupa tidak terus berulang.
“Untuk pencegahan pembuangan sampah ke badan air akan dilakukan koordinasi dengan kelurahan supaya sama-sama dapat melakukan monitoring pembuangan sampah ke badan air yang menuju situ,” tambahnya.
Langkah penanganan tersebut diharapkan mampu menjaga kebersihan Situ Asih Pulo sekaligus mempertahankan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman bagi masyarakat.
Di sisi lain, warga juga berharap pemerintah dapat menindaklanjuti usulan peningkatan pagar pengaman di sekitar bibir situ agar kawasan tersebut semakin aman bagi seluruh pengunjung, terutama anak-anak yang datang bersama keluarga.


Tinggalkan Balasan