
depokmedia.com – Kebakaran melanda sebuah rumah di kawasan Jalan Calung, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, pada Minggu (28/6/2026) pagi.
Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik pada pendingin ruangan (AC) tersebut menghanguskan sebagian ruangan di lantai dua bangunan.
Berkat respons cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 15 menit sehingga tidak sempat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Selain berhasil memadamkan api, petugas juga melakukan upaya penyelamatan terhadap sejumlah barang berharga milik penghuni rumah.
Sebuah laptop dan uang tunai berhasil ditemukan di tengah proses penanganan kebakaran sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada pemiliknya.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Tessy Haryati, mengatakan titik awal kebakaran berada di lantai dua rumah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada unit pendingin ruangan atau AC yang terpasang di bagian atas bangunan.
“Untuk yang terbakar ini berada di lantai dua,” ujar Tessy Haryati dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan dugaan sementara mengarah pada gangguan kelistrikan yang terjadi pada perangkat pendingin ruangan. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih akan dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Dugaan kebakaran ini berasal dari korsleting listrik AC ya,” katanya.
Menurut Tessy, laporan mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 09.17 WIB. Tidak lama setelah menerima informasi dari masyarakat, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan armada dari Markas Komando dan Pos Merdeka.
Petugas membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk tiba di lokasi kejadian. Namun, perjalanan menuju titik kebakaran sempat mengalami hambatan karena padatnya aktivitas masyarakat di sekitar kawasan pasar rakyat yang berada di Jalan Merdeka.
“09.17 kita dapat laporan, lima menit kita ke TKP. Kondisi di lapangan itu tidak seperti yang dibayangkan. Ini ada pasar rakyat ya, di Jalan Merdeka ini, dan itu sangat menyulitkan. Namun, 15 menit kemudian kami bisa memadamkan api,” jelas Tessy.
Meski menghadapi kendala akses menuju lokasi, koordinasi antarpersonel berjalan dengan baik sehingga proses pemadaman berlangsung cepat. Kobaran api berhasil dilokalisasi sebelum menyebar ke bagian rumah lainnya maupun bangunan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kecepatan penanganan tersebut menjadi faktor penting dalam meminimalkan kerugian yang lebih besar.
Padatnya permukiman di kawasan Sukmajaya membuat potensi perambatan api cukup tinggi apabila penanganan terlambat dilakukan.
Selain memadamkan api, personel Damkar juga melakukan penyisiran di dalam bangunan untuk memastikan tidak ada penghuni yang terjebak sekaligus menyelamatkan barang-barang yang masih dapat diamankan.
Dalam proses tersebut, petugas berhasil menemukan sebuah laptop dan uang tunai yang masih berada di dalam rumah.
Kedua barang tersebut kemudian diamankan dan diserahkan kepada pemilik setelah kondisi dinyatakan aman.
“Kita juga berhasil menemukan dan mengamankan laptop sama uang tunai, sudah kita kasih ke pemiliknya,” ungkap Tessy.
Operasi penanganan kebakaran melibatkan empat unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari Markas Komando Dinas Damkar Kota Depok dan Pos Merdeka.
Sebanyak 12 personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Empat unit mobil pemadam merespons ini dari Mako sama Pos Merdeka. Ada sekitar 12 petugas diterjunkan,” tuturnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan dengan menyiram bagian-bagian bangunan yang masih mengeluarkan asap.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan dapat kembali memicu kebakaran.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai bahaya korsleting listrik yang masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah di kawasan permukiman.
Instalasi listrik yang telah berusia lama, penggunaan perangkat elektronik secara terus-menerus, hingga minimnya perawatan terhadap peralatan listrik dapat meningkatkan risiko terjadinya hubungan arus pendek.
Pendingin ruangan atau AC menjadi salah satu perangkat elektronik yang memerlukan pemeriksaan berkala karena bekerja dalam waktu yang relatif lama setiap hari.
Pemeriksaan terhadap kabel, sambungan listrik, hingga kondisi komponen di dalam unit AC dapat membantu mengurangi potensi terjadinya gangguan kelistrikan yang berujung pada kebakaran.
Selain melakukan perawatan rutin terhadap instalasi listrik dan peralatan elektronik, masyarakat juga diimbau menggunakan perangkat yang memenuhi standar keamanan serta tidak membebani instalasi listrik melebihi kapasitasnya.
Mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan juga menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko terjadinya korsleting.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi petugas apabila melihat tanda-tanda kebakaran, seperti munculnya asap, percikan api, maupun bau kabel terbakar.
Pelaporan yang cepat akan mempercepat respons petugas sehingga peluang untuk mencegah api membesar dan mengurangi kerugian dapat semakin tinggi.
Beruntung, dalam peristiwa kebakaran di Jalan Calung, Sukmajaya, tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Berkat respons cepat petugas Damkar Kota Depok, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat, sementara sejumlah barang berharga milik penghuni rumah juga berhasil diselamatkan sebelum api menghanguskan seluruh bagian bangunan.


Tinggalkan Balasan