depokmedia.com – Polres Metro Depok bersama Polsek Bojongsari memburu pelaku pencurian rumah kosong (rumsong) yang beraksi di kawasan Pengasinan, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Pelaku diduga memanfaatkan rumah yang ditinggal pemiliknya menghadiri arisan keluarga untuk menggasak uang tunai, telepon genggam, tablet, hingga konsol permainan PlayStation 3 (PS3).

Kasus tersebut terjadi pada Minggu (19/7/2026) pagi. Hingga kini, jajaran Satreskrim Polres Metro Depok bersama Unit Reskrim Polsek Bojongsari masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas pelaku.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Menurutnya, penyidik telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan dan kini fokus memburu pelaku.

“Iya, kasusnya sedang kami selidiki, kami sedang memburu tersangka,” ujar AKP Hendra, Selasa (21/7/2026).

Hendra menjelaskan, sebelum kejadian korban bersama anggota keluarganya meninggalkan rumah sekitar pukul 10.30 WIB untuk menghadiri arisan keluarga di wilayah Bedahan, Kota Depok. Rumah dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan dan korban baru kembali sekitar pukul 13.00 WIB.

“Korban pergi mengikuti arisan keluarga sehingga rumah dalam keadaan kosong, namun pintu rumah sudah dipastikan terkunci,” katanya.

Setibanya di rumah, korban langsung merasa ada kejanggalan. Saat hendak membuka pintu menggunakan kunci, korban mendapati pintu depan sudah dalam kondisi terbuka meski sebelumnya dipastikan terkunci rapat.

“Saat korban ingin membuka pintu dengan menggunakan kunci rumah, ternyata pintu tersebut sudah dalam keadaan terbuka dan tidak terkunci,” jelas Hendra.

Merasa curiga, korban segera memeriksa seluruh bagian rumah, terutama kamar tidur dan lemari tempat menyimpan barang-barang berharga. Kondisi di dalam kamar sudah berantakan dengan isi lemari pakaian berserakan di lantai.

“Korban melihat lemari pakaian sudah berantakan dan berserakan di lantai,” ungkapnya.

Korban kemudian memeriksa tabungan serta barang berharga lainnya. Hasil pengecekan menunjukkan uang tabungan yang disimpan di dalam celengan telah hilang.

“Tabungan celengan korban yang hilang sekitar Rp3 juta,” ujar Hendra.

Tidak hanya membawa uang tunai, pelaku juga menggasak sejumlah perangkat elektronik milik keluarga korban. Dua unit telepon genggam, satu unit tablet, serta konsol permainan PlayStation 3 milik anak korban ikut raib.

“Game PS3 juga hilang dicuri,” katanya.

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Bojongsari langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga pelaku masuk ke dalam rumah tanpa merusak pintu maupun jendela.

Kondisi tersebut mengarah pada dugaan bahwa pelaku menggunakan kunci duplikat untuk membuka pintu rumah sehingga dapat masuk dengan mudah tanpa meninggalkan bekas kerusakan.

“Diduga terlapor mengambil barang-barang milik korban yang berada di dalam rumah dengan cara menggunakan kunci duplikat karena pintu rumah tidak ada yang dirusak,” terang Hendra.

Penyidik kini terus mengembangkan penyelidikan dengan memeriksa korban dan sejumlah saksi yang mengetahui situasi di sekitar lokasi sebelum maupun setelah kejadian.

Selain itu, polisi juga menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lingkungan rumah korban. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pelaku maupun kendaraan yang digunakan saat beraksi.

“Kami mencoba mencari rekaman CCTV di sekitar rumah korban. Untuk perkembangan selanjutnya akan kami informasikan kembali,” tutur Hendra.

Polres Metro Depok mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, terutama saat seluruh anggota keluarga bepergian. Warga juga disarankan memastikan seluruh akses masuk telah terkunci dengan baik, memasang kamera pengawas, serta melibatkan tetangga atau petugas keamanan lingkungan untuk membantu memantau kondisi rumah selama ditinggalkan.

Kasus pencurian rumah kosong tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Metro Depok bersama Polsek Bojongsari. Polisi terus mengumpulkan alat bukti dan petunjuk lain guna mengungkap identitas pelaku serta memastikan seluruh barang milik korban dapat ditemukan.