depokmedia.com – Ancaman keselamatan kembali menghantui pengguna Jalan Raya Meruyung, Kota Depok.

Dua grill penutup saluran drainase dilaporkan hilang di dua titik berbeda sehingga menyisakan lubang terbuka di badan jalan.

Kondisi tersebut memaksa warga memasang penanda darurat secara swadaya agar pengendara tidak terperosok, sembari menunggu perbaikan dari pemerintah.

Dua titik yang menjadi perhatian warga berada di depan Masjid Jami’ Al-Ikhlas dan di depan pusat perbelanjaan O! SAVE.

Kedua lokasi itu merupakan jalur dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi setiap hari.

Warga menilai lubang drainase tanpa penutup sangat membahayakan, terutama pada malam hari atau saat hujan ketika jarak pandang pengendara menjadi terbatas.

Di depan Masjid Jami’ Al-Ikhlas, warga memasang batang bambu sebagai penanda sederhana setelah grill besi penutup drainase rusak dan hilang.

Penanda tersebut dipasang agar pengendara, khususnya sepeda motor, dapat mengetahui keberadaan lubang sebelum melintas.

Salah seorang warga, Supardi, mengatakan kondisi itu sudah berlangsung sekitar satu bulan.

Menurutnya, kerusakan diduga terjadi karena bagian bawah saluran mengalami ambles sehingga grill tidak lagi mampu menahan beban kendaraan berat yang setiap hari melintas di lokasi tersebut.

“Kurang tahu ke mana, intinya jebol. Mungkin karena sering dilewati truk dan mobil, jadinya enggak kuat menahan beban, terus hancur. Makanya dikasih tanda bambu sama orang-orang sini biar enggak ada yang celaka,” ujar Supardi saat ditemui, Jumat (3/7/2026) malam.

Meski hingga kini belum ada laporan korban akibat lubang drainase tersebut, warga menilai potensi bahaya sangat tinggi.

Jalan Raya Meruyung setiap hari dilalui kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan barang dengan intensitas yang cukup padat.

Supardi berharap pemerintah segera memperbaiki kerusakan tersebut sebelum memakan korban jiwa.

Menurutnya, langkah darurat yang dilakukan warga hanya bersifat sementara dan tidak dapat menggantikan perbaikan permanen.

“Sejauh ini alhamdulillah belum ada yang kecelakaan, jangan sampai ada. Makanya buru-buru diakali warga pakai bambu itu,” katanya.

Keluhan serupa juga muncul di titik lain, tepatnya di depan O! SAVE. Grill drainase di lokasi tersebut juga hilang sehingga meninggalkan lubang terbuka di sisi jalan.

Warga mengaku kondisi itu sudah berlangsung cukup lama dan beberapa kali hanya diatasi dengan penanda darurat.

Ishak, warga sekitar, mengatakan masyarakat sempat memasang potongan kayu sebagai pembatas agar pengguna jalan mengetahui keberadaan lubang tersebut.

Namun, penanda sederhana itu tidak dapat menjadi solusi jangka panjang.

“Udah lama juga itu. Kemarin sempat dipalangin, sekarang begitu lagi. Ngeri kalau orang lewat,” ujarnya.

Ia bersyukur hingga kini belum ada pengendara yang terjatuh ke dalam saluran drainase tersebut. Menurutnya, keberadaan penanda sementara dari warga cukup membantu mengurangi risiko kecelakaan.

“Alhamdulillah belum ada yang jatuh. Orang-orang tahu karena ada kayu, warga yang kasih tanda,” kata Ishak.

Ia menilai lubang drainase tanpa penutup tidak hanya membahayakan pengendara sepeda motor, tetapi juga pejalan kaki, pesepeda, dan anak-anak yang melintas di kawasan tersebut.

Risiko kecelakaan akan semakin besar ketika malam hari atau saat hujan karena lubang sulit terlihat.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok, Erly Santoso, membenarkan bahwa grill drainase di Jalan Raya Meruyung memang kerap hilang.

Bahkan, pemerintah telah beberapa kali melakukan penggantian pada titik yang sama.

“Udah sering grill hilang di situ. Udah tiga kali juga kami ganti,” kata Erly melalui pesan singkat.

Erly menjelaskan pemasangan grill baru tidak dapat dilakukan secara instan karena pemerintah harus melalui proses pembuatan terlebih dahulu sebelum dipasang di lapangan.

Ia juga mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas umum agar tidak kembali hilang atau rusak.

“Butuh proses untuk pembuatan grill baru. Himbauan kepada masyarakat, saling menjaga keamanan saja,” ujarnya.

Sementara menunggu proses penggantian dilakukan, warga berharap Pemerintah Kota Depok segera memasang pengaman sementara di dua titik tersebut agar lubang drainase tidak membahayakan ribuan pengguna Jalan Raya Meruyung yang melintas setiap hari.