depokmedia.com – Di tengah maraknya tren minuman kekinian, Dawa, salah satu tempat penjual minuman rempah di Kota Depok memilih mengangkat kekayaan cita rasa Nusantara sebagai sajian utama dengan tetap mempertahankan proses peracikan tradisional.

Dipadukan dengan kemasan yang modern, konsep tersebut berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, khususnya generasi muda yang ingin menikmati minuman herbal dengan tampilan lebih kekinian.

Berlokasi di Jalan H. Usman, Kukusan, Kecamatan Beji, tempat tersebut menghadirkan beragam minuman berbahan dasar rempah yang diracik secara manual.

Konsep tersebut menjadi identitas usaha sekaligus upaya melestarikan budaya minum rempah yang telah diwariskan secara turun-temurun di Indonesia.

Kelvin, salah satu peracik sekaligus staf di Dawa, mengatakan keunikan produk yang mereka sajikan terletak pada penggunaan beberapa jenis rempah dalam satu gelas minuman.

Menurutnya, racikan tersebut terinspirasi dari tradisi masyarakat Indonesia yang sejak lama memanfaatkan berbagai rempah sebagai minuman untuk menjaga kebugaran tubuh.

“Kalau minuman seperti susu jahe biasanya hanya menggunakan susu dan jahe saja. Sedangkan minuman rempah di Dawa menggunakan kombinasi beberapa rempah sekaligus,” ujar Kelvin saat ditemui, Rabu (24/06/2026) malam.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan lebih dari satu jenis rempah menghasilkan cita rasa yang lebih kaya dibandingkan minuman herbal pada umumnya.

Menggunakan Lima Rempah dalam Satu Racikan

Kelvin mengungkapkan setiap minuman di Dawa dibuat menggunakan lima jenis rempah utama yang kemudian dipadukan dengan jahe sebagai bahan dasar.

Untuk memberikan rasa manis alami, racikan tersebut menggunakan gula aren dan madu.

Sementara pada beberapa menu tertentu ditambahkan susu agar menghasilkan rasa yang lebih lembut.

“Lima rempah itu semuanya masuk ditambah jahe. Kemudian untuk pemanisnya ada gula aren dan madu. Ada juga beberapa varian yang menggunakan susu, tetapi madu dan gula aren tetap menjadi bagian dari racikannya,” jelasnya.

Menurut Kelvin, kombinasi berbagai bahan tersebut menghasilkan karakter rasa yang lebih kompleks, memberikan sensasi hangat, sekaligus menghadirkan aroma rempah yang khas.

Tetap Mempertahankan Cara Tradisional

Salah satu ciri khas Dawa adalah proses pembuatannya yang masih dilakukan secara manual.

Berbeda dengan sebagian besar pelaku usaha minuman yang mengandalkan blender untuk mempercepat proses produksi, seluruh rempah di tempat ini masih ditumbuk menggunakan ulekan sebelum diracik menjadi minuman siap saji.

“Kalau diblender memang lebih cepat, tetapi rasanya berbeda. Kami tetap mempertahankan cara ditumbuk karena lebih sesuai dengan konsep minuman rempah tradisional yang kami usung,” katanya.

Kelvin menilai proses penumbukan manual mampu menjaga karakter aroma dan rasa rempah sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih autentik.

Selain itu, metode tersebut juga menjadi bagian dari identitas usaha yang ingin tetap mempertahankan nilai budaya dalam setiap sajian yang disajikan kepada pelanggan.

Tradisional dalam Rasa, Modern dalam Tampilan

Meski mempertahankan resep turun-temurun, Dawa tetap mengikuti perkembangan tren industri kuliner.

Salah satu strategi yang dilakukan ialah menghadirkan desain kemasan yang lebih modern agar produk mampu bersaing dengan berbagai minuman kekinian yang saat ini banyak diminati masyarakat.

“Konsepnya tradisional tapi modern. Minumannya tradisional, tetapi kemasannya dibuat lebih modern supaya tetap bisa bersaing dengan produk minuman lainnya,” ujar Kelvin.

Kemasan yang menarik tersebut dinilai berhasil memperluas pasar karena mampu menarik perhatian konsumen muda yang tidak hanya mempertimbangkan rasa, tetapi juga tampilan produk.

Saat ini terdapat sejumlah menu yang menjadi favorit pelanggan.

Beberapa di antaranya adalah rempah kencur madu, jahe lemon madu, serta rempah original yang menjadi menu andalan sejak awal usaha tersebut berdiri.

Seluruh minuman dijual dengan harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp18.000 per gelas sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Harga tersebut dinilai cukup kompetitif mengingat bahan baku yang digunakan berasal dari berbagai jenis rempah pilihan yang diracik secara manual.

Sudah Hadir di Berbagai Wilayah Depok

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap minuman herbal, Dawa terus memperluas jangkauan usahanya.

Selain beroperasi di kawasan Kukusan, kedai ini kini telah membuka sejumlah titik penjualan di berbagai wilayah Kota Depok.

Antara lain Mampang, Sawangan, Cipayung, Sukmajaya, Grand Depok City (GDC), Cilodong, hingga Limo.

Ekspansi tersebut menjadi bukti bahwa minuman berbahan dasar rempah masih memiliki peluang besar di tengah pesatnya perkembangan industri minuman modern.

Dengan mempertahankan resep tradisional, proses peracikan manual, serta menggabungkannya dengan konsep penyajian yang lebih modern, Dawa berhasil menghadirkan alternatif minuman yang tidak hanya menawarkan cita rasa khas Nusantara, tetapi juga mampu menjawab selera konsumen masa kini.

Inovasi tersebut menunjukkan bahwa warisan kuliner berbasis rempah tetap relevan dan memiliki daya saing di tengah gempuran tren minuman kekinian yang terus berkembang.